|
Oleh:Mouyawi,Bidakai pekei
 |
| gambar : budayaku | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |
KATA PENGANTAR
Seluruhdunia pada umumnya mempunyai tradisi
masing-masing.Khususnya juga pada Pulau Papua terdapat beberapa suku dan
masing-masing suku mempunyai Budaya sendiri-sendiri.
Perlu
kembangkan masing-masing budaya, oleh karena perlu dari
generasi- kegenerasi di lestarikannya.Lebih Khusus di lestarikan untuk budaya
suku Mee supaya dunia tahu bahwa budaya suku mee di pegunungan tenga Papua (Bumi
cendrawasih) ini adalah Koteka Moge dan lain-lain.
Bukan Koteka dan Moge itu saja tapi segala
segi TUHAN sudah siapkan sesuai dengan kebutuhan dalam kondisi atau zaman,
mulai dari Tete, Nene,Omaa,Opaa sampai kini hari ini.Budaya adalah bagai
pakaian yang tidak bisa terlepas dari Tubuh mee, selalu mengikutinya dari
Generasi-Ke generasi.Dalam hal ini penulis menguraikan secara sistematis
tentang budaya suku mee.
Walaupun tidak menjelaskan secara lebih
dalam namun setahu penulis di kemukakan dalam buku makala ini.
Jayapura, september 2013
Penulis
MELKI PEKEI
DAFTAR
ISI
LEMBAR
JUDUL...........................................................................................
KATA PENGANTAR.....................................................................................
DAFTAR
ISI...................................................................................................
BAB I:URAIAN TOFOGRAFI
A. Asal
Suku
Mee...............................................................................................
B. Keadaan
Cuaca................................................................................................
C. Keadaan
Wilaya..............................................................................................
BAB II: BUDAYA SUKU MEE
A. Koteka
dan
Moge...........................................................................................
B. Mege................................................................................................................
C. Yuwo................................................................................................................
D. Ukaa
Mapegaa.................................................................................................
E. Toyaa
Pitii dan
Waiyo.....................................................................................
BAB III: SISTEM KEPEMIMPINAN SUKU MEE
A. Tonawi.............................................................................................................
B. Orang
yang
ternama.........................................................................................
BAB IV:
PENUTUP...............................................................................
BAB I
URAIAN TOFOGRAFI
A. Asal
suku mee
Suku mee adalah suku yang ada di tengah
Papua ,yang ada di pegunungan tengah pulau
Papua.Tradisi selalu turung-temurung atas keturunan orang gunung di Papua
tengah.Suku Mee ada dalam 4 kabupaten yaitu:Paniai,Deiyai,Dogiyai,dan Nabire.
Semua kabupaten ini budayanya sama dan Bahasanya juga sama.
B. Keadaan
Cuaca
Wilaya suku Mee itu cuacanya ada hujan dan
ada lagi kemarau.Suku Mee ada diatas gunung sehingga selalu ada awan putih yang
tebal-tebal sebagai tanda kemarau,dan juga jika awan bukan tebal menunjukan
mendung sebagai tanda hujang sudah hampir tiba.
C. Keadaan
Wilayah
Batas wilayah suku Mee itu Makataka sampai Kegata,Dalamnya itu hanya satu SUKU,bubaya,Bahasa ,dan semuanya satu saja.
BAB II
BUDAYA SUKU MEE
A. Kotekaa
dan Mogee
Budaya
suku Mee itu ada banyak jadi kami perlu tulis sebagian dari budaya suku Mee
sebagai lebih jelas kami tulis adalah:
1. KOTEKA,
Koteka adalah nama cawat,sebelum ada pakaian,dari dulu pakaian adalah koteka
sebagai pakaian Khusus untuk laki-laki koteka di buat dari sejenis tanaman yang
mengerupai dengan buah terung.
2. MOGE,Moge
adalah suatu cawat perempuan yang dianyam dengan kulit kayu,Sehingga dari kulit
kayu tertentu,Bukan semua kulit kayu bisa.Moge tersebut diatas itu dapat di
pakai juga anak-anak baik,Anak-anak laki-laki maupun prempuan.
3. MOGE budaya mee itu ada juga
Mege yang di jadikan sebagai suatu alat pembayaran barang dan taruh masih
kawing prempuan.Mege itu susah dapat,karena hanya memiliki oleh hanya
orang-orang tertentu sehingga mudah dapat pergi kerja kepada orang yang ada
Megee,atau kasih sesuatu,supaya dia bayar dengan Megee.
4. YUWOO,Yuwo
adalah suatu macam pesta yang selalu diadakan sebagai pesta Budaya,yuwo
diadakan pada waktu dan tempat tertentu,sesuai dengan perlengkapan bahan di
siapkan mulai dari tempat sebelumnya.Sebagai pimpinan dalam pesta ini adalah
orang yang mempunyai babi.Kalau waktu adakan suda dekat,semua kampung dari
berbagai daerah suku mee di undang untuk yuu-Waita dan sepanjang malam berdansa
terus sampai pagi.Dalam dansa itu juga terdapat kata-kata untuk meminang
prempuan baru yang mau ikut yang tidak mau tidak.
5. UKAA,Mapega,inilah
suatu adat perang yang dipakai Suku Mee sebagai tunjuk juga dalam perang
suku,Bunuh Babii,panah barung,kus-kus dan lain-lain.Ukaa dengan Mapega,dibuat
dari bahan tertentu yang mengandung racung panas,Tidak semua laki-laki bisa
buat tetapi hanya laki-laki tertentu yang mempunyai bakat itu yang bisa
buat.Ukaa adalah dalam bahasa daerah Mee tetapi dengan bahasa indonesia adalah
BUSUR sedangkan MAPEGA Juga sebagai bahasa umum adalah anak panah.
6. TOYAPITI DAN WAYOO,Untuk
mempertahankan koteka pada tubuh perluh toyapitii sebagai ikat pinggan,tanpa
ikat pinggan koteka tidak kuat,jadi perluh ikat pinggan.Ikat pinggan di buat
dari kulit kayu tertentu yang di gulung luar tali dengan anggrek.
WAIYO,
Adalah tapi yang di buat dari buluh kasuari,bagi yang ada buluh kasuari di
anyam dengan nelong buatan Budaya Mee lalu di jadikan sebagai topi budaya.
BAB
III
SISTEM
KEPEMIMPINAN SUKU MEE
A. TONAWI
Tonawi dalam bahasa umum adalah Orang
Kaya,Masyarakat katakan tonawi karena dia ada banyak babii,ada banyak kurbiah
(Mege) dan karena pengaru dari banyak babii dan Mege orang itu dia kawing istri
lebih dari satu.Oleh karena itu masyarakat sekitar di angkat dia sebagai suatu
pemimping dalam daerah atau kampung tertentu.
Tonawi itu memimpin dalam berbagai hal:
1. Waktu
melaksanakan tugas pekerjaan seluruh kampung,jika Orang tonawi buka mulut,maka
semua orang tergerak hati untuk melakukan pekerjaan dengan Ramai-ramai.
2. Waktu
lain adalah ketika pesta YUWO Diadakan,Tonawi usahakan babii dan para
masyarakat yang lain cari kayu bakar,batu,siapkan daun untuk barapen,galeh ubii
di kebung,dan orang laing siapkan air.
3. Adapulah
Orang lain angkat-angkat diri menjadi tonawi dan kumpul-kumpul istri,Walaupun
tidak ada babii,dan kurbiah.
B. ORANG
YANG TERNAMA
Orang yang ternama adalah mungking karena tonawi atau
kemungkinan besar pulah karena walaupun tidak ada kekayaan tetapi karena dia
buat kerja,mungkin pula karena berani dalam mengadapi perang,ketika terjadi
perang suku,maka seluruh masyarakat setuju dia untuk menjadikan dia sebagai
pemimpin masyarakat.
Selain
dari itu sese Orang di angkat menjadi pemimpin di suatu kampung atau daerah
oleh karena ketika menghadapi masalah besar
sepertinya,Pembukaan,perceraian,pukul/memukul dan lain-lain,Dia berbicara dan
seluruh masyarakat terimah semua pembicaraan dia dan masala besar menjadi aman
dalam waktu yang singkat.
BAB
IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Melalui makala ini yaitu”Bagaimana untuk
saya mengenal budaya suku Mee”Dapat di simpulkan menjadi satu,yaitu
masing-masing suku mempunyai budayanya sendiri-sendiri,Maka budaya itu perlu
tingkatkan,Karena dengan alasan:
1. Sedang
menghilang Budaya asli,sehingga generasi sepuluh Tahun kedepan tidak tahu
budayanya.
2. Munculnya
budaya dari luar Menindis budaya suku Mee,Sehingga yang menjadi Tradisi Mee
menghilang –di tengah-tengah masyarakat Mee
B. Saran
Perlu gali kembali atau tinjau kembali dan
kembangkan budaya suku Mee yang semakin hilang ini.Untuk lebih lengkap meninjau
lebih mudah mendekati dengan orang yang umur sudah tuah,supaya ambil data dari
dia dapat kembangkan.
Apabilah kesalahan dan kekurangan di dapati
berarti mohon dukungan DOA .
Syalom penulis…